Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung

Nathkenz November 14, 2018
Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung - Hallo sahabat Model dan Artis Terkenal Dalam Dan Luar Negeri, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Viral, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung
link : Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung

Baca juga


Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung


NetViral - Baiq Nuril Maknun  eks pegawai honorer di SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menilai putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) tidak adil karena dia adalah korban pelecehan seksual.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) melalui majelis kasasi yang dipimpin Hakim Agung Sri Murwahyuni (26/09/2018), menjatuhkan vonis kepada Baiq Nuril selama enam bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Atas dasar itu, Baiq melalui pengacaranya berencana mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali terhadap  putusan majelis kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa Baiq Nuril bersalah dan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kasus Baiq Nuril ini berawal dari pelecehan yang disebut sering dilakukan atasannya kala itu yakni Kepala Sekolah SMAN 7 Mataram berinisial M. Bentuknya, M menceritakan pengalamannya berhubungan seksual dengan wanita lain yang bukan istrinya melalui sambungan telepon.

Tidak nyaman dengan hal tersebut sekaligus untuk membuktikan bahwa dirinya tidak terlibat hubungan gelap seperti yang dibicarakan orang sekitarnya, Baiq Nuril merekam pembicaraan dengan M. Bukan atas kehendaknya, rekaman tersebut menyebar.

M yang tak terima kemudian melaporkan Baiq dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat (1) UU ITE. Atas pelaporan itu PN Mataram memutus Baiq Nuril tidak terbukti menyebarkan konten yang bermuatan pelanggaran kesusilaan pada 26 Juli 2017. Jaksa Penuntut Umum lantas mengajukan banding hingga tingkat kasasi.

Dari fakta persidangan di pengadilan tingkat pertama, majelis hakim menyatakan tidak ditemukan data terkait dengan dugaan kesengajaan dan tanpa hak mendistribusikan informasi yang bermuatan asusila.

Majelis hakim saat itu menyatakan, yang mendistribusikan hasil rekaman tersebut adalah Imam Mudawin, rekan kerja Baiq Nuril saat masih menjadi tenaga honorer di SMAN 7 Mataram.

Hal itupun disampaikan majelis hakim berdasarkan penilaian hasil pemeriksaan Tim Digital Forensik Subdit IT Cyber Crime Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri terhadap barang bukti digital yang disita tim penyidik kepolisian.

Karena itu, barang bukti digital yang salah satunya adalah hasil rekaman pembicaraan Baiq Nuril dengan M dinilai tidak dapat dijadikan dasar bagi penuntut umum dalam menyusun surat dakwaannya.



Demikianlah Artikel Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung

Sekianlah artikel Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Korban Pelecehan Dihukum Mahkamah Agung dengan alamat link https://www.modelartis.com/2018/11/korban-pelecehan-dihukum-mahkamah-agung.html

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »

Tidak ada komentar:

Posting Komentar